Aceh Singkil – Nama YM (Yakarim Munir bin (Alm) H. Munir) kembali menjadi sorotan publik. Sosok yang selama ini dikenal sebagai pejuang masyarakat kecil dan lantang menyuarakan hak-hak rakyat miskin, kini harus berhadapan dengan proses hukum yang dinilai penuh dengan kejanggalan.
Berdasarkan keterangan dari anaknya, Mirzakar, keluarga merasa bahwa proses hukum yang menjerat YM sarat dengan tekanan dan terkesan dipaksakan. Banyaknya proses hukum yang dialami ayah kami, menurut kami sangat janggal. Seolah-olah didesak-desak untuk ditersangkakan. Kami melihat proses hukum ini berat sebelah, ungkap Mirzakar dengan nada kecewa.
Sosok Pejuang yang Dibungkam YM selama ini dikenal luas di Aceh Singkil sebagai sosok yang berani membela masyarakat miskin. Ia kerap berada di garis depan dalam memperjuangkan hak-hak petani, nelayan, hingga rakyat kecil yang sering dipinggirkan oleh kebijakan maupun kepentingan perusahaan besar.
Dalam berbagai kesempatan, YM tidak segan untuk berhadapan langsung dengan aparat maupun perusahaan yang dianggap merugikan masyarakat. Keberaniannya membuatnya dijuluki sebagai “tank rakyat Aceh Singkil” simbol kekuatan dan keteguhan hati dalam membela kaum lemah.
Namun kini, suara kritis tersebut seakan ingin dibungkam. Proses hukum yang menjerat YM justru membuat publik mempertanyakan keadilan di negeri ini. Sementara perusahaan besar yang diduga merampas tanah rakyat berjalan bebas tanpa hambatan hukum, YM justru diperlakukan seolah-olah menjadi musuh negara.
Kritik Terhadap Penegakan Hukum Munculnya kejanggalan dalam kasus YM menambah daftar panjang keluhan masyarakat terkait wajah hukum di Indonesia, khususnya di daerah. Keadilan kerap terasa tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Tokoh-tokoh rakyat kecil seperti YM dengan cepat diproses, sementara aktor-aktor besar yang diduga merugikan masyarakat nyaris tak tersentuh.
“Ini jelas bentuk kriminalisasi terhadap pejuang rakyat. Jika orang seperti ayah kami dibungkam dengan cara seperti ini, siapa lagi yang akan berani bersuara untuk masyarakat kecil, tambah Mirzakar.
Harapan Keluarga dan Masyarakat meski tertekan oleh proses hukum, keluarga besar YM tetap berharap agar kebenaran dapat ditegakkan. Mereka meminta aparat penegak hukum bersikap profesional, adil, dan tidak tunduk pada kepentingan pihak tertentu.
Hari ini, masyarakat Aceh Singkil kehilangan suara lantang yang selalu membela mereka. Namun, semangat YM tetap hidup di hati rakyat kecil yang selama ini merasakan keberpihakannya.
Red,Team// Media Kalangan nasional dan lokal



























