BANDA ACEH — Penunjukan Syahbudin PJ sebagai Wakil Ketua I Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perkumpulan Wartawan Fast Respon (FRN) Provinsi Aceh mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Dari jajaran kepolisian hingga lembaga masyarakat sipil dan organisasi media, banyak pihak memandang kehadiran Syahbudin dalam posisi strategis ini sebagai langkah penting dalam memperkuat sinergi antara media, institusi negara, dan masyarakat. Penunjukan ini resmi diumumkan pada 4 Oktober 2025.¹
Pengangkatan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat FRN Nomor: 123/DPP/FRN/X/2025, dan dinilai sebagai bentuk kepercayaan sekaligus mandat moral dalam mendukung terciptanya kolaborasi yang sehat antara media dan aparat penegak hukum, khususnya dalam menjaga transparansi, stabilitas informasi, serta semangat literasi publik.¹
Salah satu pihak yang langsung memberikan ucapan selamat adalah Kapolres Subulussalam, AKBP Muhammad Yusuf, S.I.K. Ia menyatakan bahwa jabatan baru yang diemban Syahbudin bukan hanya bentuk pengakuan terhadap dedikasi seorang jurnalis, tetapi juga amanah besar yang menyangkut kehormatan profesi dan tanggung jawab sosial.¹
“Selamat untuk Bang Syahbudin. Ini bukan sekadar jabatan, tapi komitmen untuk terus menjaga hubungan yang konstruktif antara media dan aparat. Kami percaya, beliau sosok yang amanah,” ujar Kapolres.¹
Ucapan serupa datang dari Kasat Reskrim Polres Subulussalam, AKP Abdul Mufakhir, yang dengan gaya khasnya menyebut penunjukan ini sebagai momentum baru dalam mempererat kemitraan profesional di wilayah hukum Subulussalam.¹
“Top markotop, selamat Bang Syahbudin. Semoga membawa semangat baru dalam menciptakan informasi yang membangun dan terpercaya,” katanya singkat.¹
Apresiasi juga datang dari kalangan Humas jajaran Polres se-Aceh. Humas Polres Lhokseumawe, Salman Cibro, SH, MH, menilai bahwa Syahbudin merupakan sosok jurnalis aktif dan komunikatif, serta konsisten hadir dalam berbagai forum strategis bersama kepolisian.¹
Dari Polres Pidie Jaya, perwakilan Humas menyampaikan harapan agar sinergi komunikasi antara media dan aparat penegak hukum dapat semakin terbina melalui kolaborasi yang saling menguatkan.¹
Komandan Kompi Brimob Batalyon C Pelopor Subulussalam–Singkil, AKP Jaya Putra SH, juga menyambut baik kabar tersebut. Ia menilai, kehadiran figur pers yang memahami ranah hukum dan keamanan berperan penting dalam menjaga persepsi publik terhadap kerja aparat di lapangan.¹
“Kami berharap kolaborasi antara Brimob dan media dapat terus berjalan baik dan saling mendukung,” ujarnya.¹
Dukungan serupa juga datang dari wilayah pedalaman. Bripka Angga Sutrisno dari Polsek Suro, Polres Aceh Singkil, menyampaikan rasa bangga atas pengangkatan tersebut. Ia optimistis, kehadiran jurnalis lokal yang aktif bergerak di lapangan akan mempercepat penyampaian informasi ke masyarakat dan meningkatkan kepercayaan publik.¹
Di luar lembaga kepolisian, kalangan jurnalis dan aktivis sipil turut memberikan respons positif. Ketua DPD Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Kota Subulussalam, Andre Solin, menegaskan bahwa jabatan ini harus menjadi pemacu untuk menjadikan insan pers lebih terorganisir dan terarah dalam mendukung penyebaran informasi yang objektif dan edukatif.¹
“Sebagai sesama wartawan, kami bangga. Kami berharap, peran ini dijalankan dengan prinsip keterbukaan, kejujuran, dan profesionalisme tinggi,” ujar Andre.¹
Ketua DPD LSM Suara Putra Aceh Kota Subulussalam, Antoni Tinendung, menyebut Syahbudin sebagai sosok kritis, komunikatif, dan tetap menjaga hubungan baik dengan berbagai elemen masyarakat, baik sipil maupun keamanan.¹
Dari luar Aceh, dukungan datang dari Ketua LSM Penjara PN Sumatera Utara, T. Simbolon, yang menyebut pengangkatan ini sebagai bukti bahwa jurnalis daerah memiliki ruang strategis dalam pembangunan sosial.¹
“Kami percaya Bang Syahbudin akan menjembatani kepentingan masyarakat, media, dan lembaga hukum secara bijak,” katanya.¹
Ketua DPW ALAMP Aksi Provinsi Aceh, Mahmud Padang, juga menyampaikan apresiasi kepada DPP FRN atas pilihan yang dinilainya tepat sasaran.¹
“Ini momentum bagus untuk memperkuat fungsi sosial media lokal. Kami siap bersinergi demi mengawal kebijakan publik secara kritis dan konstruktif,” ujarnya.¹
Derasnya arus dukungan dari berbagai pihak menunjukkan bahwa pengangkatan Syahbudin PJ tidak hanya dipandang sebagai rotasi struktural dalam sebuah organisasi, tetapi sebagai representasi semangat baru dalam hubungan antara pers, masyarakat, dan negara.¹
Dengan bekal pengalaman sebagai jurnalis serta jejaring luas di tengah komunitas, Syahbudin PJ diharapkan dapat memperkokoh peran jurnalis tidak semata sebagai penyampai informasi, tapi juga sebagai agen perubahan yang turut menjamin terselenggaranya pembangunan yang adil, transparan, dan partisipatif bagi masyarakat Aceh.¹
(Redaksi Aceh)



























