Video Pria Asal Aceh Diduga Hina Nabi Muhammad Viral, GP Ansor Minta Polisi Bertindak Tegas

SUBULUSSALAM

- Redaksi

Kamis, 9 Oktober 2025 - 17:03 WIB

50197 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH | Sebuah video seorang pria asal Aceh yang mengaku berpindah agama dari Islam ke Kristen dan diduga menghina Nabi Muhammad serta para mualaf tengah viral di media sosial. Unggahan yang dibagikan melalui akun TikTok @tersadarkan5758 itu menuai kecaman dari berbagai kalangan, khususnya masyarakat Aceh.

Dalam video berdurasi singkat tersebut, pria itu menjelaskan alasan dirinya meninggalkan Islam, namun disampaikan dengan bahasa yang dianggap melecehkan ajaran Islam dan sosok Nabi Muhammad. Video ini mendapat lebih dari 1,9 juta penayangan dan ramai diperbincangkan di kolom komentar berbagai platform digital.

Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Banda Aceh, Saiful Amri, menyampaikan keprihatinannya atas munculnya konten bernada penistaan agama dari wilayah yang selama ini dikenal kuat dengan penerapan syariat Islam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Fenomena ini sangat memprihatinkan. Aceh dikenal sebagai Serambi Mekkah, tapi justru dari sini muncul konten yang menistakan agama dan mempermainkan simbol-simbol keislaman. Ini bukan hanya soal pelanggaran hukum, tapi juga cermin krisis moral dan pemahaman agama yang serius,” ujar Saiful dalam keterangannya.

Ia menilai bahwa tindakan pria tersebut tidak hanya melanggar norma etika dan agama, tetapi juga berpotensi memicu disharmoni sosial. Saiful menekankan bahwa kebebasan berpendapat di ruang publik, termasuk media sosial, tidak seharusnya menjadi celah untuk merendahkan keyakinan agama tertentu.

“Kami mendukung kebebasan berpendapat, tapi bukan kebebasan untuk menghina agama. Jika dibiarkan, hal seperti ini akan menciptakan efek domino — generasi muda bisa menganggap wajar untuk memperolok hal-hal sakral,” tegasnya.

Untuk itu, GP Ansor meminta Kepolisian Daerah Aceh segera turun tangan menangani kasus ini sebelum keresahan masyarakat berkembang lebih luas. Menurut Saiful, langkah hukum yang tegas diperlukan guna memberikan efek jera serta menunjukkan bahwa negara hadir dalam menjaga kesucian agama yang diakui secara konstitusional.

“Kami minta Polda Aceh bertindak cepat. Jangan sampai keresahan masyarakat semakin meluas. Penegakan hukum yang tegas akan menjadi pembelajaran dan efek jera bagi siapa pun yang mencoba menistakan agama,” lanjutnya.

Meski mengecam keras konten tersebut, Saiful juga mengimbau masyarakat untuk tetap bersikap tenang dan tidak mudah terpancing provokasi. Ia menekankan perlunya penyelesaian secara hukum untuk menghindari potensi konflik horizontal.

Selain itu, GP Ansor mendorong peningkatan literasi digital di kalangan anak muda serta penguatan pendidikan karakter dan agama agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

“Kita harus introspeksi. Mengapa dari Aceh, yang dikenal dengan Syariat Islam-nya, bisa muncul konten seperti ini? Ini sinyal bahwa kita perlu memperkuat pendidikan agama dan karakter, terutama di kalangan anak muda,” kata Saiful.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait langkah yang akan diambil dalam menangani kasus tersebut. Namun sejumlah laporan masyarakat disebut telah masuk dan sedang dalam proses penelusuran.

Berita Terkait

PT Banda Aceh Batalkan Putusan PN Singkil, Kasus Yakarim Munir Jadi Alarm Kriminalisasi
“Dibalik Kemenangan Yakarim Munir Lembong, Ada Zahrul, S.H. Sang Pengacara Handal”
Bantuan Terakhir dari Posko Simpang Mesra PEMA dan ORMAWA UNADA Banda Aceh
Kapolres Gayo Lues Menerima Penyerahan Langsung Bantuan Kemanusiaan dari Polda Aceh Melalui Kapolres Abdya
ALAMP AKSI Aceh Desak Kapolda Aceh Usut Dugaan Penyimpangan Dana Umat di Baitul Mal Aceh Singkil
Aktivis LIRA Tegaskan PT HOPSON Tidak Boleh Dibiarkan, Sebab Beroperasi Tanpa Izin Sama dengan Tindakan Ilegal
Pengawasan Laut dan Intelijen Bea Cukai Aceh Ungkap Jaringan Narkoba Lintas Negara
Apkasindo Aceh Dorong Regenerasi Petani dan Kepemimpinan Masa Depan Lewat Sawit

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 23:37 WIB

Dialog Santai dan Silaturahmi Warnai Buka Puasa Bersama Polres Gayo Lues dengan Insan Pers

Kamis, 12 Maret 2026 - 23:31 WIB

Polres Gayo Lues, Brimob dan Purnawirawan Polri Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi di Bulan Ramadan

Kamis, 12 Maret 2026 - 22:48 WIB

Kapolres dan Bupati Gayo Lues Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Seulawah 2026

Sabtu, 24 Januari 2026 - 22:23 WIB

AKBP Hyrowo Wujudkan Sinergi Polri dan Masyarakat Bangun Infrastruktur Pascabencana di Putri Betung

Sabtu, 13 Desember 2025 - 21:43 WIB

Peduli Korban Banjir, Polres Gayo Lues Hadirkan Bantuan Sembako dan WiFi Starlink Gratis di Desa Remukut

Senin, 1 Desember 2025 - 16:14 WIB

Polres Gayo Lues Sediakan WiFi Untuk Masyarakat Yang Ingin Menghubungi Keluarga di Luar Gayo Lues

Senin, 1 Desember 2025 - 15:52 WIB

Polres Gayo Lues Evakuasi Warga Desa Palok Terdampak Banjir Bandang

Senin, 1 Desember 2025 - 15:22 WIB

Terendam Banjir, Polres Gayo Lues Bersama TNI, BPBD dan Stakeholder Terkait Lakukan Koordinasi

Berita Terbaru