Banda Aceh – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Brigadir Jenderal Polisi Marzuki Ali Basyah, menghadiri prosesi lepas sambut Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM) yang digelar di Lapangan Sanggamara, Markas Kodam IM, Banda Aceh, Senin (30/9/2025). Acara tersebut menjadi penanda resmi peralihan kepemimpinan dari Mayjen TNI Niko Fahrizal kepada Mayjen TNI Joko Hadi Susilo.
Kehadiran Kapolda Aceh dalam upacara militer ini mencerminkan eratnya kemitraan dan sinergisitas antara dua institusi pertahanan dan keamanan negara, yaitu TNI dan Polri. Dalam sambutannya, Brigjen Pol Marzuki menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepemimpinan Mayjen TNI Niko Fahrizal selama memimpin Kodam IM, sekaligus menyampaikan dukungan penuh kepada Pangdam IM yang baru.
“Kami dari jajaran Kepolisian Daerah Aceh mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan dedikasi Mayjen TNI Niko Fahrizal selama ini. Sinergi antara TNI dan Polri di Aceh sangat baik, dan ini menjadi fondasi penting dalam menjaga kedamaian serta ketertiban masyarakat,” ujar Marzuki.
Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan wilayah yang aman dan kondusif. Menurutnya, koordinasi yang kuat dan komitmen bersama antar institusi adalah kunci sukses dalam menjawab tantangan keamanan ke depan.
“Kami menyambut baik kehadiran Pangdam IM yang baru, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo. Harapan kami, kekompakan yang selama ini telah terjalin bisa terus diperkuat. Keamanan dan kedamaian Aceh adalah tanggung jawab bersama,” tambah Kapolda.
Prosesi lepas sambut berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Sejumlah atraksi militer, sambutan budaya khas Aceh, dan kehadiran tokoh-tokoh daerah memperkaya suasana dalam acara ini. Para pejabat tinggi TNI dan Polri, tokoh masyarakat hingga jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir menyaksikan momen serah terima jabatan yang strategis tersebut.
Mayjen TNI Niko Fahrizal yang sebelumnya menjabat Pangdam IM, mendapat penugasan baru sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad). Sementara penggantinya, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, dikenal sebagai perwira tinggi berpengalaman di bidang teritorial dan pembinaan masyarakat, dengan rekam jejak kuat dalam membangun integrasi sosial dan wilayah.
Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah sendiri menjabat sebagai Kapolda Aceh sejak awal tahun 2025 dan dikenal sebagai figur yang menyeimbangkan pendekatan ketegasan dan humanisme dalam kepemimpinannya. Selama menjabat, Polda Aceh secara aktif menggulirkan berbagai agenda strategis mulai dari penguatan keamanan wilayah, penanganan kejahatan terorganisir, hingga partisipasi aktif dalam program deradikalisasi dan pembinaan masyarakat pasca konflik.
Komitmen bersama antara Kodam IM dan Polda Aceh semakin ditekankan dalam acara ini, yang bukan hanya menjadi seremoni pergantian jabatan, tetapi juga penegasan simbolik bahwa sinergi TNI-Polri akan terus dijaga dan ditingkatkan. Dalam konteks Aceh, yang memiliki dinamika sosial dan historis yang khas, kekompakan dua institusi ini dianggap strategis dalam memastikan stabilitas jangka panjang di wilayah paling barat Indonesia tersebut.
Dengan geliat pembangunan yang terus berlangsung, kehadiran TNI dan Polri sebagai penjaga stabilitas keamanan sekaligus mitra pembangunan menjadi sangat penting. Kerja sama lintas sektor diharapkan mampu mengawal setiap kebijakan pembangunan dengan pendekatan yang humanis, inklusif, dan berbasis pada keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat.
Redaksi: Syahbudin Padank, FRN Fast Respon counter Polri Nusantara



























