Subulussalam | Ketua DPRK Subulussalam, Ade Fadly Pranata Bintang, memimpin rapat pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota Perubahan (RAPBK-P) Tahun 2025. Rapat yang digelar bersama Dinas Sosial pada Jumat (26/9/2025) itu jadi ajang penegasan pentingnya bantuan sosial yang cepat dan mudah diakses warga.
Ade Fadly memberi perhatian khusus pada Program Bantuan Rujukan Pasien yang dinilai masih berbelit. Ia menilai bantuan tersebut adalah kebutuhan darurat yang tidak bisa menunggu proses panjang.
“Program Bantuan Rujukan Pasien, persyaratan dipermudah saja, dan penyalurannya jangan terlalu lama. Jangan sampai masyarakat menunggu lama untuk mendapatkan haknya,” tegasnya.
Politisi muda ini juga menggarisbawahi soal bantuan disabilitas, seperti kursi roda dan kaki palsu. Menurut dia, bantuan alat bantu itu harus sampai ke penerima tanpa ribetnya birokrasi.
“Bantuan kursi roda dan kaki palsu harus diprioritaskan. Jangan ada lagi masyarakat yang kesulitan beraktivitas karena terhambat prosedur panjang,” ujar Ade Fadly.
Rapat ini jadi pengingat bahwa tugas DPRK bukan cuma urus angka-angka, tapi memastikan anggaran benar-benar menyentuh masyarakat dan program sosial berjalan cepat, tepat, dan tanpa hambatan yang tidak perlu.



























