Kepala BPKAD Subulussalam Jadi Perbincangan Publik Jelang Lelang Jabatan, Dinilai Tak Tunjukkan Sikap Terbuka

SUBULUSSALAM

- Redaksi

Rabu, 8 Oktober 2025 - 19:35 WIB

50177 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam – Menjelang proses lelang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kota Subulussalam, perhatian masyarakat mulai tertuju kepada salah satu nama yang tak asing di lingkaran birokrasi: Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Bukan karena catatan prestasinya, melainkan karena responsnya terhadap pertanyaan publik yang dianggap tak mencerminkan semangat keterbukaan.

Kisah bermula ketika wartawan Strateginews.id mengajukan 13 pertanyaan pada Senin (7/10/2025). Pertanyaan itu meliputi data defisit anggaran, kejelasan utang daerah, dan sistem pelaporan keuangan. Namun, Kepala BPKAD menolak memberikan keterangan secara langsung dan meminta agar semua pertanyaan dikirim dalam format tertulis.

Langkah tersebut memunculkan reaksi dari berbagai kalangan. Wakil Kepala Perwakilan Strateginews.id Wilayah Aceh, Iswandi Dedy, menyayangkan sikap tersebut dan menyebut bahwa wartawan hanya menjalankan fungsi kontrol sebagaimana diamanahkan undang-undang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan sekadar sesi wawancara,” ujar Iswandi. “Ini adalah bagian dari pengujian integritas pejabat publik — apakah berani tampil jujur di hadapan masyarakat, atau memilih bersembunyi di balik prosedur administratif.”

Menurutnya, media tidak sedang mencari sensasi. Sebaliknya, mereka menjalankan tugas untuk memastikan bahwa pejabat publik benar-benar terbuka dalam tata kelola keuangan negara. Penolakan terhadap keterbukaan informasi, menurut Iswandi, merupakan bentuk pengingkaran terhadap tanggung jawab moral seorang abdi negara.

“Jika seorang pejabat keberatan menjelaskan informasi dasar seperti anggaran dan utang daerah, maka wajar jika publik mulai mempertanyakan kepatutan dan kelayakan pejabat tersebut,” tambahnya.

Sikap Kepala BPKAD tersebut dianggap memperlemah kepercayaan publik. Informasi yang ditanyakan oleh media bukan termasuk data rahasia negara, melainkan hal-hal administratif dan fiskal yang justru wajib disampaikan secara transparan untuk menjaga akuntabilitas instansi pemerintahan.

Seorang akademisi kebijakan publik lokal, yang enggan disebutkan namanya, menilai bahwa dinamika ini seharusnya menjadi pertimbangan serius bagi tim seleksi JPTP. Menurutnya, calon pejabat tinggi harus menghadirkan kemampuan komunikasi yang kuat dan memiliki keberanian menjawab berbagai pertanyaan dari masyarakat.

“Tes kepemimpinan hari ini tidak hanya mengandalkan ijazah atau pengalaman, tapi juga sikap tanggap terhadap kontrol publik. Jika belum mampu menghadapi pertanyaan kritis, bagaimana akan menghadapi tantangan birokrasi yang semakin kompleks?” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa budaya birokrasi yang lebih fokus pada menjaga penampilan ketimbang membangun kepercayaan akan menjadi penghambat reformasi. Di era keterbukaan saat ini, masyarakat menilai figur pejabat dari cara mereka merespons masukan dan kritik — bukan sekadar dari jabatan yang diemban.

Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bahwa keterbukaan bukan hanya formalitas. Kejujuran, kemampuan menjawab kritik, serta kesediaan untuk diaudit publik merupakan indikator utama pemimpin yang dicari masyarakat.

“Transparansi adalah pondasi dari kepercayaan,” pungkas Iswandi. “Tanpa kejujuran, jabatan hanyalah gelar kosong yang tak berarti bagi rakyat.”

Laporan: Anton Tinendung

Berita Terkait

DPD LSM Tipikor Subulussalam Sorot Defisit Rp290 M, Minta Proses Hukum Transparan
Penerbangan Singkil–Medan Resmi Dibuka, Kadishub Aceh Singkil Ajak Warga Manfaatkan Jalur Udara
“Kasi Intelijen Kejari Subulussalam Tegaskan Sinergi Anti Aliran Menyimpang”
Kajari Baru Subulussalam Unjuk Taji: Komisioner Panwaslih Masuk Bui
Syahbudin Padang: Struktur Polri Saat Ini Bukan Soal Kekuasaan, Tapi Perlindungan Masyarakat
Kapolda Aceh Turun Langsung Bantu Warga Subulussalam, Salurkan Bantuan dan Bersihkan Masjid Pasca Banjir
MoU Dewan Pers–Komnas HAM: Benteng Baru Perlindungan Jurnalis Indonesia
Dugaan Pelanggaran Etik Jurnalistik, Oknum Wartawan RM Disorot Dewan Pers

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 23:37 WIB

Dialog Santai dan Silaturahmi Warnai Buka Puasa Bersama Polres Gayo Lues dengan Insan Pers

Kamis, 12 Maret 2026 - 23:31 WIB

Polres Gayo Lues, Brimob dan Purnawirawan Polri Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi di Bulan Ramadan

Kamis, 12 Maret 2026 - 22:48 WIB

Kapolres dan Bupati Gayo Lues Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Seulawah 2026

Sabtu, 24 Januari 2026 - 22:23 WIB

AKBP Hyrowo Wujudkan Sinergi Polri dan Masyarakat Bangun Infrastruktur Pascabencana di Putri Betung

Sabtu, 13 Desember 2025 - 21:43 WIB

Peduli Korban Banjir, Polres Gayo Lues Hadirkan Bantuan Sembako dan WiFi Starlink Gratis di Desa Remukut

Senin, 1 Desember 2025 - 16:14 WIB

Polres Gayo Lues Sediakan WiFi Untuk Masyarakat Yang Ingin Menghubungi Keluarga di Luar Gayo Lues

Senin, 1 Desember 2025 - 15:52 WIB

Polres Gayo Lues Evakuasi Warga Desa Palok Terdampak Banjir Bandang

Senin, 1 Desember 2025 - 15:22 WIB

Terendam Banjir, Polres Gayo Lues Bersama TNI, BPBD dan Stakeholder Terkait Lakukan Koordinasi

Berita Terbaru