Subulussalam | Wali Kota Subulussalam, Haji Rasyid Bancin (HRB), yang juga menjabat Ketua Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA), menggelar rapat koordinasi bersama manajemen PT Laot Bangko pada Jumat (3/10/2025). Pertemuan ini membahas percepatan pelaksanaan program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) yang digadang-gadang jadi salah satu solusi untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di Subulussalam.
Rapat digelar di ruang kerja wali kota dan diikuti langsung oleh jajaran Tim GTRA serta perwakilan dari manajemen PT Laot Bangko yang merupakan salah satu perusahaan dengan lahan konsesi di wilayah Kota Subulussalam.
“Program TORA ini ditujukan untuk pemberdayaan masyarakat miskin ekstrem, sekaligus mendukung keberlangsungan biaya operasional pesantren. Karena itu, kami ingin kolaborasi yang kuat dari semua pihak,” ujar Rasyid Bancin usai rapat.
Menurutnya, keberhasilan program TORA sangat ditentukan oleh sinergi antarpemangku kepentingan, khususnya perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan lahan. Rasyid menegaskan Pemko Subulussalam serius mengawal program strategis nasional tersebut agar tepat sasaran.
Setelah rapat, Wali Kota, Tim GTRA, dan manajemen PT Laot Bangko langsung turun ke lapangan untuk mengecek kondisi lahan yang menjadi objek dalam program TORA. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada tumpang tindih data serta memastikan kesiapan implementasi di lapangan.
“Kami sampaikan terima kasih kepada manajemen PT Laot Bangko atas kerjasamanya. Harapan kami, semua pihak bisa bersinergi dengan pemerintah daerah agar pelaksanaan program ini berjalan lancar,” lanjut Rasyid.
Langkah ini diapresiasi karena menunjukkan pendekatan aktif Pemkot Subulussalam dalam reformasi agraria. Program TORA diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat lokal, khususnya mereka yang selama ini belum memiliki akses legal terhadap lahan.
Pemkot Subulussalam menargetkan program ini bisa menjadi jembatan antara pemerataan kepemilikan tanah dan peningkatan taraf hidup masyarakat. Pemerintah memastikan akan terus mengawal realisasi TORA agar benar-benar memberi manfaat nyata bagi warga Kota Sada Kata.
“Intinya kita ingin masyarakat merasakan langsung dampak pembangunan yang adil, berkelanjutan, dan berpihak pada yang membutuhkan,” tutup Rasyid.



























