Subulussalam – Kondisi kabel listrik dan jaringan Wi-Fi masyarakat di Jalan Cik Ditiro, Desa Pegayo, Kota Subulussalam, semakin memicu keresahan warga. Kabel yang menjuntai rendah dan tiang PLN yang tidak sesuai standar membuat warga merasa terancam. Sabtu (23/08/2025), insiden sempat memicu ketegangan antara warga dengan sopir truk yang melintas di kawasan tersebut.
Peristiwa bermula ketika sebuah truk melintas dan tersangkut kabel listrik PLN yang rendah. Akibat kejadian ini, beberapa kabel yang juga terhubung ke rumah-rumah warga putus, menimbulkan kericuhan di lokasi. Warga dan sopir truk nyaris terlibat bentrok fisik akibat persoalan kabel yang dianggap pendek dan berbahaya itu.
“Sudah lama kami keluhkan kondisi ini. Kabel listrik PLN terlalu rendah dan membahayakan. Ditambah lagi kabel Wi-Fi masyarakat yang semrawut. Jangan sampai ada korban baru pihak terkait bergerak,” ujar salah seorang warga dengan nada kesal.
Warga mendesak pihak PLN Subulussalam segera melakukan perbaikan dan penertiban kabel, termasuk menambah ketinggian tiang listrik agar tidak membahayakan pengguna jalan maupun warga sekitar. Mereka juga meminta agar kabel Wi-Fi masyarakat ditata lebih rapi agar tidak menimbulkan risiko keselamatan.
Menanggapi keluhan tersebut, Manajer PLN Subulussalam, Tommi, menyatakan bahwa seluruh keluhan pelanggan akan segera ditindaklanjuti. “Semua keluhan pelanggan PLN segera akan ditindaklanjuti. Kita akan segera ke lokasi untuk melakukan perbaikan,” ujar Tommi saat dikonfirmasi.
Hingga kini, keresahan warga masih tinggi. Mereka berharap PLN bersama pemerintah kota segera turun tangan agar risiko kecelakaan atau kerusakan lebih besar tidak terjadi. Masyarakat juga menekankan pentingnya pengawasan berkala terhadap jaringan listrik dan fasilitas pendukung lainnya agar keselamatan warga terjamin.
Insiden di Jalan Cik Ditiro ini menjadi peringatan bagi pihak terkait mengenai pentingnya standar keselamatan instalasi listrik dan penataan kabel publik. Masyarakat berharap langkah konkret segera diambil sebelum terjadi hal-hal yang lebih fatal di kemudian hari.
(Anton Tin)



























