Subulussalam | Komandan Kodim 0118/Subulussalam, Letkol Inf Eko Yudho Prayitno, S.I.P, punya cara unik dalam mendukung program ketahanan pangan di wilayahnya. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar Markas Kodim menjadi kolam budidaya ikan air tawar.
Kegiatan ini langsung ditinjau oleh Letkol Eko bersama jajarannya di Makodim 0118/Subulussalam, Desa Kuta Tengah, Kecamatan Penanggalan, Jumat (3/10/2025). Kolam yang dikelola secara mandiri oleh prajurit Kodim ini sudah aktif dan menunjukkan progres positif.
“Budidaya ikan air tawar ini merupakan salah satu langkah nyata mendukung program ketahanan pangan. Selain menjadi sumber protein, ini juga membuktikan bahwa lahan sederhana bila dikelola dengan baik bisa memberikan manfaat besar,” kata Letkol Eko kepada wartawan.
Ia menegaskan, pemanfaatan lahan ini bukan sekadar menjaga kecukupan pangan internal TNI, khususnya prajurit Kodim, tapi juga menjadi contoh untuk masyarakat sekitar agar mau mengelola lahannya secara produktif.
Menurut Eko, tindakan konkret seperti ini penting untuk mendukung ketahanan pangan di daerah, sekaligus mengajarkan kemandirian sejak dari lingkungan terdekat.
Tak hanya meninjau, Dandim juga mengapresiasi langsung jerih payah para prajurit yang ikut terlibat dalam pengelolaan kolam. Mulai dari pemberian pakan, pengawasan kualitas air, hingga persiapan panen—semuanya dikerjakan secara terstruktur dan penuh dedikasi.
Salah satu prajurit, Sertu B. Matanari, mengaku senang bisa terlibat dalam program ini. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini membuka wawasan baru sekaligus menjadi motivasi untuk mendukung program ketahanan pangan dari TNI.
“Dengan arahan dan bimbingan dari Komandan Kodim, kami jadi paham bagaimana cara merawat kolam ikan yang baik dan benar. Kegiatan ini sangat bermanfaat, apalagi bisa jadi bekal di masa depan,” ujar Sertu Matanari.
Kodim 0118/Subulussalam berharap, keberhasilan kolam budidaya ini bisa jadi inspirasi bagi masyarakat di wilayah Kota Sada Kata untuk mengelola pekarangan rumah atau lahan terbengkalai menjadi sumber pangan alternatif.
“Jangan anggap remeh lahan kosong. Kalau dimanfaatkan secara serius, hasilnya bisa luar biasa,” tandas Letkol Eko.



























